Senin, 17 Oktober 2016

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SISTEM CERDAS

PENGENALAN INTELEGENSI BUATAN

1.1 PENGENALAN INTELEGENSI BUATAN

             Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Hal Ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi berpikir dari kecerdasan/Inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenal oleh komputer. Dengan suatu pendekatan yang kurang lebih fleksibel dan efisien dapat diambil tergantung dari keperluan, yang mempengaruhi bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan.

1.2 INTELEGENSI BUATAN DAN INTELEGENSI ALAMI

         Keuntungan Intelegensi Buatan :
  1. Intelegensi buatan lebih bersifat permanen. Intelegensi alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Intelegensi buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
  2. Intelegensi buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain butuh proses dan waktu lama. Disamping itu suatu keahlian tidak akan pernah bisa diduplikasi secara lengkap. Sedangkan jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer lain
  3. Intelegensi buatan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
  4. Intelegensi buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena intelegensi buatan adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan intelegensi alami senantiasa berubah-ubah.
  5. Intelegensi buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Intelegensi alami sangat sulit untuk direproduksi.
  6. Intelegensi buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan intelegensi alami
  7. Intelegensi buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan intelegensi alami.
Keuntungan intelegensi alami:
  1. Kreatif. Kemampuan untuk menambah ataupun memenuhi pengetahuan itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada intelegensi buatan, untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun
  2. Intelegensi alami memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada intelegensi buatan harus bekerja dengan input-input simbolik
  3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan intelegensi buatan sangat terbatas.
1.3 KOMPUTASI INTELEGENSI BUATAN DAN KOMPUTASI KONVENSIONAL

      KOMPUTASI KONVENSIONAL

     Teknik pembuatan Program AI sangat berbeda dengan teknik pemrograman menggunakan bahasa konvensional. Dalam software konvensional,kita memerintah komputer bagaimana menyelesaikan suatu masalah.  Dalam komputasi konvensional, kita memberikan data kepada komputer dan program yang telah kita susun terlebih dahulu dengan langkah demi langkah memspesifikasikan cara data digunakan sampai komputer bisa memberikan solusi. Program komputer konvensional didasarkan pada suatu algoritma yang disusun dengan jelas, rinci, serta langkah sampai pada hasil yang sudah ditentukan sebelumnya. program bisa berupa rumus matematika atau prosedur berurutan yang tersusun dengan jelas yang mengarah ke suatu solusi. Algoritma tersebut kemudian dipindahkan ke dalam program komputer. Daftar instruksi disusun berurutan untuk mengarahkan komputer agar bisa sampai pada hasil yang didinginkan. Selanjutnya, algoritma bisa digunakan untuk mengolah data bilangan, huruf, atau kata lainnya.

        KOMPUTASI AI

Sebaliknya, software AI tidak didasarkan pada algoritma, tetapi didadasarkan pada representasi dan manipulasi simbol. Didalam AI, sebuah simbol bisa merupakan huruf, kata, atau bilangan yang digunakan untuk menggambarkan objek, proses, dan huungannya. sumber bisa merupakan cetakan atau elektronik. objek bisa berupa orang, benda, ide, pikiran, peristiwa, atau pernyataan suatu fakta. Dengan menggunakan simbol, komputer bisa menciptakan suatu basis pengetahuan yang menyatakan fakta, pikiran, dan hubungannya satu sama lain. berbagai proses digunakan unutk memanipulasi simbol agar mampu memecahkan masalah. Pengolahannya bersifat kuantitatif, bukan kulaitatif seperti halnya komputasi yang didasarkan pada algoritma. 

1.4 SEJARAH INTELEGENSI BUATAN

            A. Era Komputer Elektronik (1941)
  • Ditemukannya pertama kali alat penyim-panan dan pemprosesan informasi yang disebut komputer elektronik. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan program yang mengarah ke KB.
B. Masa Persiapan KB (1943 – 1956)
  • Tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts 
mengemukakan tiga hal, yaitu :
a. pengetahuan fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf
dalam otak
b. analisis formal tentang logika proposisi (propositional logic)
c.teori komputasi Turing
  • Tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip-prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat. Penemuan ini juga merupakan awal dari perkembangan KB.
  • Tahun 1956, John McCarthy meyakinkan Minsky, Claude Shannon dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang Automata, Jaringan Syaraf dan pembelajaran intelijensia. 
Mereka kerjakan projek ini selama dua tahun di Dartmouth. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran yang dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut sebagai ”Bapak Kecerdasan Buatan”.

C. Awal Perkembangan Kecerdasan Buatan (1956 – 1969)
  • diawali dengan kesuksesan Newell dan Simon dengan sebuah program yang disebut ”General Prbolem Solver”. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi. 
  • tahun 1958, McCarthy mendefenisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi, yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program-program kecerdasan buatan. 
  • McCarthy membuat program yang dinamakan programs with Common Sense. Di dalam program tersebut, dibuat rancangan untuk menggunakan pengetahu-an dalam mencari solusi.
  • Tahun 1959, Nathaniel Rochester dari IBM dan mahasiswa-mahasiswanya mengeluarkan program, kecerdasan buatan, yaitu geometry Theorm Prover. Program ini dapat membuktikan suatu teorema menggunakan axioma-axioma yang ada. 
  • Tahun 1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah integral untuk mata kuliah kalkulus. 
  • Tahun 1968, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ.
D. Sistem Berbasis Pengetahuan (1969 – 1979)

     Pengetahuan adalah kekuatan pendukung KB. Hal ini dibuktikan dengan program yang dibuat oleh Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan dan Joshua Lederberg yang membuat program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectometer massa.

Program ini dinamakan Dendral Programs yang berfokus pada segi pengetahuan kimia. Dari segi diagnosa medis juga sudah ada yang menemukannya, yaitu Saul Amarel dalam proyek Computer in Biomedicine. Proyek ini diawali dengan keinginan untuk mendapatkan diagnosa penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses penyakit.

E. KB menjadi sebuah industri (1980 – 1988)
  • Industrialisasi KB diawali dengan ditemukannya ”sistem pakar” (expert system) yang dinamakan R1 yang mampu mengonfigurasi sistem-sistem komputer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermot tahun 1982. 
  • Tahun 1986, program tersebut mampu menghemat biaya US$ 40 juta /tahun. 
  • Tahun 1988, Kelompok KB di DEC menjalankan 40 sistem pakar.
  • Booming KB ini juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti Carnegie Group, Inference, Intellicorp dan Technoledge yang menawarkan software tools untuk membangun sistem pakar. 
  • Perusahaan Hardware seperti LISP Machines Inc, Texas Instruments, Symbolics dan Xerox juga turut berperan dalam membangun workstation yang dioptimasi untuk pembangunan LISP.
F. Era Kembalinya Jaringan Syaraf Tiruan (1986 – Sekarang)
  • Para ahli fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisa sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan syaraf. 
  • Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian mengenai model jaringan syaraf pada memori. 
  • Pada tahun 1985-an, sedikitnya empat kelompok riset menemukan kembali algoritma belajar propagasi balik (Back-Propagation learning). Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu komputer dan psikologi.
 1.5 LINGKUP INTELEGENSI BUATAN

          Ruang Lingkup Kecerdasan Buatan Dalam kehidupan manusia sehari-hari, kecerdasan buatan dapat membantu dalam berbagai bidang sebagai berikut : 


  1. Bidang komunikasi : Komputer dapat menuliskan secara otomatis apa yang  diucapkan pengguna.
  2. Bidang Kesehatan : USG untuk mengetahui kondisi janin yang ada di dalam kandungan ibu hamil,  Sistem pakar untuk mendiagnosa suatu penyakit, untuk melakukan stimulasi atau treatment pada pasien.
  3. Bidang Lalu Lintas Udara : komputer digunakan untuk mengatur signal lalu l;intas penerbangan diudara, memantau radar.
  4. Bidang Pertanian: komputer digunakan untuk mengontrol mesin panen secara otomatis, penyiraman tanaman otomatis dengan jangka waktu yg telah ditentukan oleh user, mesin pembasmi hama secara otomatis.
  5. Pabrik : mengontrol robot yang harus melakukan pekerjaan yang berbahaya jika dilakukan oleh manusia, pekerjaan yang sangat membosankan, memerlukan ketelitian tinggi, pengawasan dan maintenance.
   1.6 SOFT COMPUTING 

Soft Computing adalah kumpulan teknik – teknik perhitungan dalam ilmu komputer, inteligensia semu, machine learning dan beberapa disiplin ilmu teknik lainnya, yang berusaha untuk mempelajari, memodelkan, dan menganalisa fenomena yang sangat rumit : untuk metoda yang lebih konvensional yang tidak memberikan biaya rendah, analitis dan solusi lengkap. Soft computing berusaha untuk mengintegrasikan beberapa paradigma model perhitungan meliputi artificial neural network, fuzzy logic dan genetic algorithms.
Bagian-bagian dari Soft Computing sendiri adalah :
1. Fuzzy Logic
2. Neural Networks
3. Probabilistic Reasoning

Fuzzy Logic
Fuzzy Logic merupakan suatu representasi dari pengetahuan yang direkonstruksi dengan if-then rules. Sederhananya, Fuzzy Logic adalah suatu metode untuk mengontrol sesuatu. Misalnya rekonstruksi if-then, "Jika cuaca panas, Maka turunkan suhu AC". Disinilah Fuzzy Logic berperan dalam Teknologi Komputer nantinya.

Neural Networks
Kompleksnya pikiran manusia juga merupakan masa depan dari komputer yang menggunakan Soft Computing. Neural Networks adalah tiruan dari jaringan saraf-saraf manusia yang terhubung dan membentuk sistem. Jadi metode ini ditujukan untuk meniru saraf manusia yang kompleks dan dapat menyimpan memori.

Probabilistic Reasoning
Probabilistic Reasoning adalah metode Soft Computing juga untuk membuat komputer atau suatu device mengambil keputusan layaknya makhluk hidup. Jadi, dari semua data-data yang sudah dimiliki, metode ini memberikan pola-pola tertentu untuk mengambil keputusan.

     Banyak contoh-contoh riset yang sekarang mulai mengimplementasikan Soft Computing, seperti AC yang hanya hidup ketika AC tersebut merasakan adanya panas dari sensornya, dan TV yang menggunakan "Eye Recognition" dimana TV tersebut akan Shut Down otomatis ketika yang menonton TV sudah memejamkan mata dan tertangkap sensor TV.

1.7 DEFINISI MASALAH DAN RUANG MASALAH

Secara umum, untuk mendeskripsikan masalah dengan baik, hendaknya:
  1. Mendefenisikan suatu ruang keadaan
  2. Menetapkan satu atau lebih keadaan awal
  3. Menetapkan satu atau lebih tujuan
  4. Menetapkan kumpulan aturan
Cara Merepresentasikan Ruang Keadaan
Graph Keadaan : terdiri dari node-node yang menunjukkan keadaan yaitu keadaan awal dan keadaan baru yang akan dicapai dengan menggunakan operator.
Graph Keadaan
[inspic=15,,fullscreen,0]
Pohon Pelacakan
Struktur Pohon digunakan untuk menggambarkan keadaan secara hirarkis. Terdiri atas beberapa node yang terbagi dalam beberapa level.
[inspic=13,,fullscreen,0]
Pohon AND/OR
Pohon AND/OR digunakan untuk memperpendek level pencapaian tujuan.
Contoh : Masalah Teko Air
Ada dua buah teko masing-masing berkapasitas 4 galon (Teko A) dan 3 galon (Teko B). Tidak ada tanda yang menunjukkan batas ukuran pada kedua teko tersebut. Ada sebuah pompa air yang akan digunakan untuk mengisikan air pada kedua teko tersebut. Permasalahan: Bagaimana kita dapat mengisikan tepat 2 galon air ke dalam teko yang berkapasitas 4 galon?
Solusi Teko Air
Isi Teko B sampai penuh
Tuang isi teko B ke dalam teko A
Isi teko B sampai penuh
Tuang isi teko B sampai teko A penuh
Tumpahkan semua isi teko A
Pindahkan isi teko B ke teko A


PENGENALAN INTELLIGENT AGENTS

2.1 AGEN DAN LINGKUNGANNYA

         Agent adalah faktor yang menyebabkan penyakit. Diabetes mellitus bukan penyakit menular yang disebabkan oleh satu agent yang pasti. Kejadian diabetes mellitus lebih tinggi dialami oleh individu yang berasal dari kondisi sosial ekonomi yang baik. Hal ini kemungkinan dikaitkan juga dengan obesitas yang terjadi karena ketidakseimbangan gizi. Prevalensi yang tinggi juga ditunjukkan oleh penderita wanita dari pada pria, dan komplikasi lebih sering terjadi pada penderita usia dewasa dari pada anak – anak.

2.2 RASIONALITAS

    Rasionalitas merupakan konsep normatif yang mengacu pada kesesuaian keyakinan seseorang dengan alasan seseorang untuk percaya, atau tindakan seseorang dengan alasan seseorang untuk bertindak. Namun, istilah "rasionalitas" cenderung digunakan secara berbeda dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk diskusi khusus ekonomi, sosiologi, psikologi, biologi evolusioner dan ilmu politik.
       
2.3 PEAS (Performance measure, Environment, Actuators, Sensors)

     PEAS adalah singkatan dari Performance Measure, Environment, Actuators, dan Sensor. Dimana harus dispesifikasikan terlebih dahulu mengenai rancangan intelligent agent.

Misalkan untuk task yang didesain untuk agent pengemudi taksi otomatis:
Performance Measure: Aman, Cepat, Legal, Perjalanan yang nyaman, Keuntungan Maksimal
Environment : Jalan, Lalu lintas kendaraan lain, Pejalan kaki, Pelanggan
Actuators: Setir, Akselerator, Rem, Lampu Sinyal, Klakson
Sensors: Kamera, Sonar, Spedometer, GPS, odometer, sensor mesin, keyboard
2.4 TIPE-TIPE LINGKUNGAN AGEN

      Agen sosialisasi  berikutnya adalah pendidikan formal atau sekolah. Disini seseorang akan mempelajari hal baru yang tidak diajarkan di dalam keluarga, maupun kelompok sepermainannya. Sekolah memepersiapkannya untuk peran-peran baru dimasa mendatang, saat ia tidak tergantung lagi pada orang tua. Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.

2.5 TIPE-TIPE AGEN

  • Utility‐based agents 
  • Learning‐based Agent
  • Simple reflex agents Berdasarkan pada percept terakhir saja
  • Model‐based agents Memiliki representasi internal mengenai keadaan lingkungan
  • Goal‐based agents Memiliki informasi mengenai tujuan, memilih tindakan yang mengarah ke tujuan

PENGENALAN LOGICAL AGENTS

3.1 KNOWLEDGE-BASED AGENTS

  1.  Agen cerdas adalah kode program yang mampu melakukan tindakan otonom secara tepat waktu.
  2.  Mereka dapat menunjukkan tujuan diarahkan perilaku dengan mengambil inisiatif.
  3. Mereka dapat diprogram untuk berinteraksi dengan agen lain atau manusia dengan menggunakan beberapa bahasa komunikasi agen.
     3.2 WUMPUS WORLD

           Wumpus merupakan seekor monster yang tinggal di sebuah gua yang terbagi menjadi 16 ruangan. Wumpus dapat mengeluarkan bau busuk (stench). Wumpus akan menjerit dan mati jika terkena panah. Di dalam gua terdapat 3 lubang mematikan (Pit) yang mengeluarkan angin (breeze) yang terasa sampai ruangan-ruangan di sekitarnya.

     3.3 LOGIC IN GENERAL-MODELS AND ENTAILMENT

           Konsekuensi logis (juga entailment) adalah salah satu konsep yang paling mendasar dalam logika. Ini adalah hubungan antara pernyataan yang berlaku ketika salah satu secara logis "berikut dari" satu atau lebih orang lain. Sebuah argumen yang logis yang valid adalah satu di mana kesimpulan mengikuti dari tempat yang, dan kesimpulannya merupakan konsekuensi dari bangunan.


METODE PENCARIAN DAN PELACAKAN 1

   4.1 METODE PENCARIAN BUTA (BLIND SEARCH)

          4.1.1 BREADTH FIRST SEARCH

          Breadth-first search adalah algoritma yang melakukan pencarian secara melebar yang mengunjungi simpul secara preorder yaitu mengunjungi suatu simpul kemudian mengunjungi semua simpul yang bertetangga dengan simpul tersebut terlebih dahulu. Selanjutnya, simpul yang belum dikunjungi dan bertetangga dengan simpulsimpul yang tadi dikunjungi , demikian seterusnya. Jika graf berbentuk pohon berakar, maka semua simpul pada aras d dikunjungi lebih dahulu sebelum simpul-simpul pad arasd+1.

         4.1.2 DEPTH FIRST SEARCH

            Depth-first search (DFS) adalah algoritma untuk melintasi atau mencari sebuahpohon , struktur pohon , atau grafik Satu dimulai pada akar (memilih beberapa node sebagai root dalam kasus grafik) dan mengeksplorasi sejauh mungkin sepanjang masing-masing cabang sebelum mundur .


4.2 METODE PENCARIAN HEURISTIK

        4.2.1 GENERATE AND TEST
     
             Generate and Test adalah Teknik penyelesaian masalah dengan komputer dengan cara menyusun daftar penyelesaian yang mungkin dan menguji satu per satu untuk menentukan solusi yang tepat

 4.2.2  Hill Climbing

Dalam ilmu komputer , mendaki bukit adalah optimasi matematika teknik yang dimiliki oleh keluarga pencarian lokal . Meskipun algoritma yang lebih maju bisa memberikan hasil yang lebih baik, dalam beberapa situasi mendaki bukit bekerja sama dengan baik.
Mendaki bukit dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang banyak solusi, beberapa yang lebih baik daripada yang lain.
     





https://rehulina.wordpress.com/2009/08/05/pengertian-kecerdasan-buatan/
http://sigitprabowoo.blogspot.co.id/2013/01/kecerdasan-buatan-sejarah-kecerdasan.html
http://syahrulzzadie.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-soft-computing.html
http://blog.wardany.net/2007/08/10/masalah-ruang-keadaan-dan-pencarian/
http://denyidung.blogspot.co.id/

Jumat, 17 Juni 2016

Tugas Manajemen Layanan Informasi



Bagian 6
 Penigkatan Pelayanan Berkelanjutan

PENGANTAR
Setelah solusi layanan manajemen telah dilaksanakan, adalah penting untuk tidak duduk kembali dan berpikir bahwa pekerjaan telah selesai. Semua aspek lingkungan akan terus berubah, dan penyedia layanan harus selalu terus mencari perbaikan. peningkatan pelayanan berkelanjutan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perbaikan ini diidentifikasi dan diimplementasikan. Kinerja penyedia layanan TI terus diukur dan perbaikan yang dibuat untuk proses, layanan TI dan infrastruktur TI untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan efektivitas biaya.
 
MAKSUD DAN TUJUAN
 
Tujuan
Peningkatan Pelayanan berkelanjutan (CSI) bertujuan untuk memberikan nilai bisnis dengan memastikan bahwa pelaksanaan manajemen pelayanan terus memberikan manfaat bisnis yang diinginkan.
tujuan
CSI memiliki tujuan sebagai berikut:
• Untuk meninjau, menganalisis dan membuat rekomendasi di mana perbaikan dapat dilakukan pada setiap titik sepanjang siklus hidup.
• Untuk meninjau dan menganalisis prestasi tingkat layanan terhadap sasaran.
• Untuk mengidentifikasi dan menerapkan kegiatan individu untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi dan efektivitas proses manajemen pelayanan.
• Untuk meningkatkan efektivitas biaya memberikan layanan TI tanpa mempengaruhi kepuasan pelanggan.
• Untuk menerapkan metode manajemen berkualitas untuk menunjang kegiatan perbaikan berkesinambungan.
CSI harus menjadi tujuan bagi setiap orang dalam organisasi, tetapi kegiatan perbaikan hanya akan terjadi jika mereka dikelola dengan baik. Seorang pemilik senior yang responsible harus diangkat dan mereka harus memiliki otoritas yang tepat

PRINSIP UTAMA
Pendekatan peningkatan pelayanan berkelanjutan
pendekatan dari peningkatan pelayanan berkelanjutan (lihat Gambar 6.1) dapat diterapkan untuk setiap rencana perbaikan. Pendekatan ini terdiri dari enam langkah:

Gambar

(1) Memperjelas visi, dengan mempertimbangkan  baik bisnis dan visi TI , misi, tujuan dan sasaran, dan memastikan bahwa setiap orang memiliki pemahaman yang sama. Visi yang aspiratif dan mewakili keadaan yang diinginkan.
(2) Menilai situasi saat ini dan membentuk dasar dari mana organisasi saat ini. Hal ini dapat menantang dan dalam hal ini dibutuhkan untuk menjadi jujur, yang mengapa masukan eksternal dapat berguna.
(3) Tentukan langkah menuju visi berdasarkan prioritas untuk perbaikan dan menetapkan target terukur. Hal ini biasanya tidak mungkin untuk melompat dari mana pun Anda saat ini langsung ke kondisi yg diwakili oleh visi.
(4) Dokumen rencana perbaikan, menggunakan layanan dan perbaikan proses teknik.
(5) Memantau prestasi, membuat penggunaan langkah-langkah dan metrik yang tepat seperti yang didefinisikan sebelumnya.
(6) Menjaga momentum dengan memastikan bahwa perbaikan tertanam dan mencari peluang perbaikan lebih lanjut.

Menyampaikan perbaikan

ITIL merekomendasikan bahwa suatu daftar CSI adalah dijaga untuk mencatat peluang perbaikan dan mengelompokkannya menjadi kecil, menengah dan besar. Waktu  yang diharapkan untuk menerapkan setiap peluang bersama-sama dengan keuntungan yang diharapkan dan terukur juga harus terindikasi. Bersama-sama, informasi ini memperbolehkan prioritas dari sistem manajemen peluang perbaikan. Catatan CSI yang harus dijaga sebagai bagian dari sistem manajemen pengetahuan layanan.  Catatan CSI  adalah tanggung jawab dan dipertanggung  jawabkan oleh manajer CSI.
Kunci untuk perbaikan sukses adalah pengukuran. CSI pendukung penggunaan indusri pendekatan seperti model '-Do-Check-Act Rencana' Deming (lihat Bab 34) dan proses yang dikenal sebagai 'proses perbaikan tujuh langkah' (lihat Bab 32).



KESEMPURNAAN DENGAN PERBAIKAN PROSES BERKELANJUTAN
                       (countinous process improvement )
   
Keputusan-keputusan strategik akan diambil oleh pimpinan puncak berdasarkan suatu analisa strategis yang bertolak dari kesadaran, kecerdasan dan akal untuk mengubah keadaan sesuai dengan perubahan faktor eksternal dan internal.Untuk menggerakkan perubahan itu, maka kepemimpinan harus memiliki keterampilan yang berkaitan dengan hal-hal mengintreprestasikan hasil analisa kedalam tingkat-tingkat interpensi dalam melaksanakan arah perubahan dimasa depan.
Organisasi yang berdasarkan Kualitas sebaiknya berusaha untuk mencapai kesempurnaan dengan perbaikan proses berkelanjutan  (countinous process improvement ) pada bisnis dan proses produksi. Tentu saja kesempurnaan itu tidak mungkin karena perjalanan itu tidak pernah berhenti.Perbaikan terus menerus berarti tidak cepat puas dengan melakukan pekerjaan yang bagus atau proses tetepi juga berusaha untuk perbaikan tugas atau proses. Hal ini sesuai dengan pengukuran berkesinambungan  dan tim pemecahan masalah dalam aktifitas kerja. Perbaikan berkelanjutan dapat dilakukan dengan  pendekatan Quality Assurance (QA), dimana system yang menjadi penentu apakah suatu produk lulus atau tidak, lewat audit / sampling. Temuan yg ada akan ditindaklanjuti dan dimonitor kembali supaya kesalahan sebelumnya jangan terulang lagi. Seperti :
1. Untuk Mengetahui Definisi Proses Perbaikan Mutu Berkelanjutan
2  Untuk Mengetahui Prinsip Proses Perbaikan Mutu Berkelanjutan
3. Untuk Mengetahui Dasar Proses Perbaikan Mutu Berkelanjutan
4. Untuk Mengetahui Cara dan Strategi  Proses Perbaikan Mutu Berkelanjutan
5. Untuk Mengetahui pendekatan QA dan Tujuan QA 

DEFINISI PROSES PERBAIKAN MUTU BERKELANJUTAN

Ø Perbaikan (improvement) adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk tujuan strategis sepertipengurangan waktu siklus, pengurangan biaya, dan peningkatan kepuasan pelanggan. Hal ini termasuk perbaikan langsung dalam kegiatan misi (produksi, desain, pengujian dll).
Ø  Perbaikan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement) adalah sebuah siklus proses terstruktur untuk memperbaiki sistem dan proses kerja dalam suatu organisasi atau kegiatan. 
Siklus ini mencakup identifikasi area yang berpeluang untuk perbaikan, mendefinisikan masalah dalam 
area tersebut, menguraikan urutan kegiatan (proses) yang terjadi di area tersebut, menetapkan hasil 
yang diinginkan dari proses dan persyaratan yang dibutuhkan untuk mencapainya, memilih langkah-
langkah spesifik dalam proses belajar, mengumpulkan dan menganalisis data tentang proses, 
dan tindakan perbaikan, dan pemantauan hasil tindakan tersebut.
Perbaikan mutu berkelanjutan didasarkan pada pendekatan tim dan membutuhkan tim pengembangan 
yang terdiri dari staf dari bidang fungsional dan tingkatan yang berbeda dalam organisasi. Metode ini 
mengasumsikan bahwa sistem apapun selalu dapat ditingkatkan dan karenanya menekankan proses 
perbaikan yang terus-menerus, yang membutuhkan komitmen jangka panjang organisasi dan kerjasama 
tim yang efektif.

2.2  PRINSIP PROSES PERBAIKAN BERKELANJUTAN
Keberhasilan memperbaiki dari satu posisi dan mempertahan posisi daur hidup yang prima, memerlukan 7 prinsip untuk mengembangkan proses perbaikan yang berkelanjutan seperti dibawah ini :
1.     Usaha peningkatan yang berkelanjutan adalah menjadi tugas dan kewajiban semua orang yang mencakup komunikasi, mengurangi kesalahan, pengurangan biaya, kepuasan pelanggan keluar dan kedalam, produktivitas (efesiensi, efektip, kualitas).
2.        Perbaikan terus menerus merupakan kebutuhan yang sejalan dengan tindakan proaktif dan antisipasi.
3.        Pelaku pembaharuan harus memiliki perhatian untuk setiap proses dan setelah pelaksanaan sampai pada tingkat terbawah.
4.    Setiap langkah dalam pelaksanaan haruslah dalam kerangka kerja yang sistimatis untuk mendapatkan hasil yang berkwalitas.
5.    Membangun terciptanya informasi terbuka dengan adanya keinginan saling menukar dan membagikan informasi secara terus menerus berlandaskan nilai dan kapabilitas melalui adanya methoda mengantisipasi masalah, data sebagai peluang untuk peningkatan, meneruskan solusi dan ide-ide, adanya semangat dan imbalan yang diberikan.
6.      Adanya pemahaman untuk tidak memaksakan suatu solusi dan mendengarkan pendapat orang lain dalam usaha mewujudkan kualitas melalui kebersamaan dalam tim, dorongan untuk memfokuskan diatas masalah mereka, menggerakkan semangat dalam menyampaikan ide-ide.
7.   Peningkatan didasarkan kepedulian individu, bukan organisasi sehingga mereka dapat berkontribusi dalam ide-ide.

2.    DASAR PROSES PERBAIKAN BERKELANJUTAN
Ada lima jalan dasar untuk perbaikan:
1.      Mengurangi resources ( Sumber daya)
2.      Mengurangi kesalahan
3.      Mencapai atau melebihi keinginan konsumen
4.      Jadikan proses aman
5.      Jadikan proses lebih memuaskan bagi yang melakukanya.

STRATEGI PROSES PERBAIKAN BERKELANJUTAN 
Ada empat strategi perbaikan utama; memperbaiki, penyempurnaan, pembaharuan, dan reengineering.  Hal ini juga berarti benar bahwa penggabungan yang tepat dari strategi akan menghasilkan perbaikan yang tidak pernah berakhir. 
2.5 CAR    MELAKUKAN PERBAIKAN BERKELANJUTAN
1)  Melihat semua kerja sebagai sebuah proses. Jadikan semua proses efeksif, efisien dan mudah disesuaikan.Proses adalah interaksi beberapa kombinasi dari manusia, material, peralatan, metoda, pengukuran, dan lingkungan, untuk memproduksi keluaran sepreti produk, jasa, atau input dari proses yang lain. Dengan harapan untuk mendapatkan masukan dan keluaran yang terukur, suatu proses harus memiliki aktivitas nilai tambah dan bisa diulang. Proses juga harus efektif, efisien, mudah dikontrol, dan mudah beradaptasi. Proses mengacu kepada aktivitas bisnis dan produksi  dari suatu organisasi. Bisnis proses seperti purchasing, engineering, accounting, dan marketing adalah area yang memunkinkan untuk dilakukan perbaikan terus menerus. 
2)Antisipasi perubahan keinginan pelanggan.
3)Pengontrolan performa proses dan pengukuran seperti penurunan scrap dsb.
4) Memperbaiki ketidakpuasan pelanggan dengan level performa saat ini.
5) Mengurangi pemborosan dan mengolah kembali jika memungkinkan.
6) Hilafitas yang tidak memberikan nilai tambah ke produk atau jasa
7)Hapus ketidaksesuaian dalam semua tingkatan
8)Gunakan perbandingan untuk meningkatkan keunggulan persaingan.
9) Berinovasi untuk memperoleh terobosan mencapai
10)Gunakan peralatan teknik seperti : SPC, DOE, Bench Marking, QFD dsb.



PENDEKATAN QA ( Quality Assurance ) 

PENGERTIAN


Pelayanan Kesehatan (Quality Assurance in Health Care )
mutu (quality assurance / QA) sering diartikan asuransi.
v  Dr. Heather Palmer (1983) dari universitas Harvard
QA adalah “suatu proses pengukuran mutu, menganalisa kekurangan yangditemukan dan membuat kegiatan untuk meningkatkan penampilan yang diikuti dengan pengukuran muku kembali untuk menentukan apakah peningkatan telah dicapai”.Ia adalah suatu kegiatan yang sistematik, suatu siklus kegiatan yang mempergunakan standart pengukuran.
v  joint commission on accreditation of hospital (JCAH) badan yang menyelengarakan akreditasi di amerika
“QA adalah suatu program berlanjutyang disusun secara objektif dan sistematik, memantau dan menilai mutu dankewajaran asuhan (perawatan) terhadap pasien, menggunakan kesempatanuntuk meningkatkan asuhan pasien dan memecahkan masalah yangterungkap”.
v  ISO 8402
QA adalah “semua kegiatan sistematik dandirencanakan yang diperlukan untuk memberikan kepercayaan yang memadaisehingga produk dan pelayanannya memuaskan sesuai dengan syarat – syarat kualitas”
v  ANSI/ASQS (1978)
QA adalah “semua kegiatan yang direncanakanyang diperlukan untuk memberikan kepercayaan yang memadai sehingga produk atau pelayanannya memuaskan sesuai dengan kebutuhan”.
v  JIZ 8101
QA adalah : “kegiatan yang direncanakan yang diperlukan untuk memberikan kepercayaan yang memadai sehingga produk ataupelayanannya memuaskan sesuai dengan kebutuhan”.
v  Dr. K. Ishikawa mengatakan,
 “QA dimaksudkan untuk menjamin mutudimana konsumen dapat membeli dan menggunakan dengan kepercayaan dankepuasan dan masih dapat digunakan untuk jangka panjang”.
v  Drs. Rueles dan Frenk dari mexico
QA adalah “suatup roses sistematik untuk menutup gap antara kinera yang ada dan outcomeyang diharapkan”.
v  Lori Di Prete Brown,
Quality Assurance adalah suatu susunan kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan untuk menyusun standar – standar dan untuk memonitor dan menigkatkan kinerja sehingga pelayanan yang diselengarakan sedapat mungkin adalah efektif dan selamat”.
v  Dr. Donalt Berwick, ahli CQI dari US,
pendekatan QA adalah “suatu pendekatan pengorganisasian secara terintegrasi untuk mempertemukan kebutuhan pasien dan harapan pasien dengan manajemenserta staf pada waktu proses peningkatan dan pelayanan dengan mengunakanteknik kuantitatif dan piranti analitis”
Dari beberapa pengertian diatas bisa kita simpulkan bahwa “ pendekatan QA (Quality Assurance) adalah semua penataan – penataan dan kegiatan – kegiatan yang dimaksud untuk menjaga keselamatan, memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan”.

2. TUJUAN QA
QA  mempunyai tujuan untuk :
1.Menjaga mutu proses pelayanan kesehatan, agar sesuai dengan standaroperatif prosedur pelayanan kesehatan, meningkatkan kepatuhan petugas agardalam melakukan pelayanan senantiasa berpegang pada standar pelayananyang seharusnya
2.Menjaga agar pelayanan kesehatan mutunya tetap terjamin sesuai denganharapan dan memberikan kepuasan kepada pelanggan atau pasien.
3. Melihat kekurangan yang ada dalam proses pelayanan dan berusahamemperbaiki.
4. Meningkatkan mutu struktur, proses dan outcome.
5.The American Hospital Association mengemukakan bahwa tujuan QA adalah“upaya untuk identifikasi dan memecahkan masalah dalam pemberian pelayanan  kepada  pasien dan mencari atau memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan mutu pelayanan secara terpadu”